Copy from : aditya suharmoko ( Jurnalis Jakarta Post )>> aditvampir.multiply.com
Transkrip : Ririn Radiawati ( Jurnalis Media Indonesia )
Selasa, 18 Mei 2010, Jakarta mendengar speech yang begitu kuat dan mengagetkan dari Sri Mulyani Indrawati, menteri keuangan yang akan segera mengakhiri jabatannya untuk bekerja di World Bank. Banyak pertanyaan mengapa Sri Mulyani memilih pergi? Apa ada desakan? Apa dia sudah lelah? Di speech ini sedikit banyak alasan itu terungkap.
Terima kasih banyak kepada teman saya Ririn Radiawati, jurnalis Media Indonesia, yang mau meluangkan waktu menulis lengkap speech Sri Mulyani malam itu.
Simak.
____________________________________________________________________________
Transkrip Menkeu di Ritz
;;
Saya rasanya lebih berat berdiri disini daripada waktu dipanggil pansus Century. Dan saya bisa merasakan itu karena sometimes dari moral dan etikanya jelas berbeda. Dan itu yang membuat saya jarang sekali merasa grogi sekarang menjadi grogi. Saya diajari pak Marsilam untuk memanggil orang tanpa mas atau bapak, karena diangap itu adalah ekspresi egalitarian. Saya susah manggil 'Marsilam', selalu pakai 'pak', dan dia marah. Tapi untuk Rocky saya malam ini saya panggil Rocky (Rocky Gerung dari P2D) yang baik. Terimakasih atas...... (tepuk tangan)
;;
Tapi saya jelas nggak berani manggil Rahmat Toleng dengan Rahmat Tolengtor, kasus. Terimakasih atas introduksi yang sangat generous. Saya sebetulnya agak keberatan diundang malam hari ini untuk dua hal. Pertama karena judulnya adalah memberi kuliah. Dan biasanya kalau memberi kuliah saya harus, paling tidak membaca textbook yang harus saya baca dulu dan kemudian berpikir keras bagaimana menjelaskan.
Dan malam ini tidak ada kuliah di gedung atau di hotel yang begitu bagus tu biasanya kuliah kelas internasional atau spesial biasanya. Hanya untuk eksekutif yang bayar SPP nya mahal. Dan pasti neolib itu (disambut tertawa). Oleh karena itu saya revisi mungkin namanya lebih adalah ekspresi saya untuk berbicara tentang kebijakan publik dan etika publik.
Yang kedua, meskipun tadi mas Rocky menyampaikan, eh salah lagi. Kalau tadi disebutkan mengenai ada dua laki-laki, hati kecil saya tetap saya akan mengatakan sampai hari ini saya adalah pembantu laki-laki itu (tepuk tangan). Dan malam ini saya akan sekaligus menceritakan tentang konsep etika yang saya pahami pada saat saya masih pembantu, secara etika saya tidak boleh untuk mengatakan hal yang buruk kepada siapapun yang saya bantu. Jadi saya mohon maaf kalau agak berbeda dan aspirasinya tidak sesuai dengan amanat pada hari ini.
Tapi saya diminta untuk bicara tentang kebijakan publik dan etika publik. Dan itu adalah suatu topik yang barangkali merupakan suatu pergulatan harian saya, semenjak hari pertama saya bersedia untuk menerima jabatan sebagai menteri di kabinet di Republik Indonesia itu.
Suatu penerimaan jabatan yang saya lakukan dengan penuh kesadaran, dengan segala upaya saya untuk memahami apa itu konsep jabatan publik. Pejabat negara yang pada dalam dirinya, setiap hari adalah melakukan tindakan, membuat pernyataan, membuat keputusan, yang semuanya adalah dimensinya untuk kepentingan publik.
Disitu letak pertama dan sangat sulit bagi orang seperti saya karena saya tidak belajar, seperti anda semua, termasuk siapa tadi yang menjadi MC, tentang filosofi. Namun saya dididik oleh keluarga untuk memahami etika di dalam pemahaman seperti yang saya ketahui. Bahwa sebagai pejabat publik, hari pertama saya harus mampu untuk membuat garis antara apa yang disebut sebagai kepentingan publik dengan kepentingan pribadi saya dan keluarga, atau kelompok.
Dan sebetulnya tidak harus menjadi muridnya Rocky Gerung di filsafat UI untuk pintar mengenai itu. Karena kita belajar selama 30 tahun dibawah rezim presiden Soeharto. Dimana begitu acak hubungan, dan acak-acakan hubungan antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi. Dan itu merupakan modal awal saya untuk memahami konsekuensi menjadi pejabat publik yang setiap hari harus membuat kebijakan publik dengan domain saya sebagai makhluk, yang juga punya privacy atau kepentingan pribadi.
Di dalam ranah itulah kemudian dari hari pertama dan sampai lebih dari 5 tahun saya bekerja untuk pemerintahan ini. Topik mengenai apa itu kebijakan publik dan bagaimana kita harus, dari mulai berpikir, merasakan, bersikap, dan membuat keputusan menjadi sangat penting. Tentu saya tidak perlu harus mengulangi, karena itu menyangkut, yang disebut, tujuan konstitusi, yaitu kepentingan masyarakat banyak. Yaitu mencapai kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.
Jadi kebijakan pubik dibuat tujuannya adalah untuk melayani masyarakat, Kebijakan publik dibuat melalui dan oleh kekuasaan. Karena dia dibuat oleh institusi publik yang eksis karena dia merupakan produk dari suatu proses politik dan dia memiliki kekuasaan untuk mengeluarkannya. Disitulah letak bersinggungan, apa yang disebut sebagai ingridient utama dari kebijakan publik, yaitu unsur kekuasaan. Dan kekuasaan itu sangat mudah menggelincirkan kita.
Kekuasaan selalu cenderung untuk corrupt. Tanpa adanya pengendalian dan sistim pengawasan, saya yakin kekuasaan itu pasti corrupt. Itu sudah dikenal oleh kita semua. Namun pada saat anda berdiri sebagai pejabat publik, memiliki kekuasan dan kekuasan itu sudah dipastikan akan membuat kita corrupt, maka pertanyaan 'kalau saya mau menjadi pejabat publik dan tidak ingin corrupt, apa yang harus saya lakukan?'
Oleh karena itu, di dalam proses-proses yang dilalui atau saya lalui, jadi ini lebih saya cerita daripada kuliah. Dari hari pertama, karena begitu khawatirnya, tapi juga pada saat yang sama punya perasaan anxiety untuk menjalankan kekuasaan, namun saya tidak ingin tergelincir kepada korupsi, maka pada hari pertama anda masuk kantor, anda bertanya dulu kepada sistem pengawas internal anda dan staff anda. Apalagi waktu itu jabatan dari Bappenas menjadi Menteri Keuangan. Dan saya sadar sesadar sadarnya bahwa kewenangan dan kekuasaan Kementrian Keuangan atau Menteri Keuangan sungguh sangat besar. Bahkan pada saat saya tidak berpikir corrupt pun orang sudah berpikir ngeres mengenai hal itu.
Bayangkan, seseorang harus mengelola suatu resources yang omsetnya tiap tahun sekitar, mulai dari saya mulai dari 400 triliun sampai sekarang diatas 1000 triliun, itu omset. Total asetnya mendekati 3000 triliun lebih.(batuk2) Saya lihat (ehem!) banyak sekali (ehem lagi) kalau bicara uang terus langsung....(ada air putih langsung datang diiringi ketawa hadirin).
Saya sudah melihat banyak sekali apa yang disebut tata kelola atau governance. pada saat seseorang memegang suatu kewenangan dimana melibatkan uang yang begitu banyak. Tidak mudah mencari orang yang tidak tergiur, apalagi terpeleset, sehingga tergoda bahwa apa yang dia kelola menjadi seoalh-olah menjadi barang atau aset miliknya sendiri.
Dan disitulah hal-hal yang sangat nyata mengenai bagaimana kita harus membuat garis pembatas yang sangat disiplin. Disiplin pada diri kita sendiri dan dalam, bahkan, pikiran kita dan perasaan kita untuk menjalankan tugas itu secara dingin, rasional, dengan penuh perhitungan dan tidak membolehkan perasaan ataupun godaan apapun untuk, bahkan berpikir untuk meng-abusenya.
Barangkali itu istilah yang disebut teknokratis. Tapi saya sih menganggap bahwa juga orang yang katanya berasal dari akademik dan disebut tekhnokrat tapi ternyata 'bau'nya tidak seperti itu. Tingkahnya apalagi lebih-lebih. Jadi saya biasanya tidak mengklasifikasikan berdasarkan label. Tapi berdasarkan genuine product nya dia hasilnya apa, tingkah laku yang esensial.
Nah, di dalam hari-hari dimana kita harus membicarakan kebijakan publik, dan tadi disebutkan bahwa kewenangan begitu besar, menyangkut sebuah atau nilai resources yang begitu besar. Kita mencoba untuk menegakkan rambu-rambu, internal maupun eksternal.
Mungkin contoh untuk internal hari pertama saya bertanya kepada Inspektorat Jenderal saya. "Tolong beri saya list apa yang boleh dan tidak boleh dari seorang menteri." Biasanya mereka bingung, tidak perndah ada menteri yang tanya begitu ke saya bu. Saya menetri boleh semuanya termasuk mecat saya.
Kalau seorang menteri kemudian menanyakan apa yang boleh dan nggak boleh, buat mereka menjadi suatu pertanyaan yang sangat janggal. Untuk kultur birokrat, itu sangat sulit dipahami. Di dalam konteks yang lebih besar dan alasan yang lebih besar adalah dengan rambu-rambu. Kita membuat standart operating procedure, tata cara, tata kelola untuk membuat bagaimana kebijakan dibuat. Bahkan menciptakan sistem check and balance.
Karena kebijakan publik dengan menggunakan elemen kekuasaan, dia sangat mudah untuk memunculkan konflik kepentingan. Saya bisa cerita berhari-hari kepada anda. Banyak contoh dimana produk-produk kebijakan sangat memungkinkan seorang, pada jabatan Menteri Keuangan, mudah tergoda. Dari korupsi kecil hingga korupsi yang besar. Dari korupsi yang sifatnya hilir dan ritel sampai korupsi yang sifatnya upstream dan hulu.
Dan bahkan dengan kewenangan dan kemampuannya dia pun bisa menyembunyikan itu. Karena dengan kewenangan yang besar, dia juga sebetulnya bisa membeli sistem. Dia bisa menciptakan network. Dia bisa menciptakan pengaruh. Dan pengaruh itu bisa menguntungkan bagi dirinya sendiri atau kelompoknya. Godaan itulah yang sebetulnya kita selalu ingin bendung. Karena begitu anda tergelincir pada satu hal, maka tidak akan pernah berhenti.
Namun, meskipun kita mencoba untuk menegakkan aturan, membuat rambu-rambu, dengan menegakkan pengawasan internal dan eksternal, sering bahwa pengawasan itu pun masih bisa dilewati. Disinilah kemudian muncul, apa yang disebut unsur etika. Karena etika menempel dalam diri kita sendiri. Di dalam cara kita melihat apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, apakah sesuatu itu menghianati atau tidak menghianati kepentingan publik yang harus kita layani. Apakah kita punya keyakinan bahwa kita tidak sedang menghianati kebenaran. Etika itu ada di dalam diri kita.
Dan kemudian kalau kita bicara tentang total, atau di dalam bahasa ekonomi yang keren namanya agregat, setiap kepala kita dijumlahkan menjadi etika yang jumlahnya agregat atau publik, pertanyaannya adalah apakah di dalam domain publik ini setiap etika pribadi kita bisa dijumlahkan dan menghasilkan barang publik yang kita inginkan, yaitu suatu rambu-rambu norma yang mengatur dan memberikan guidance kepada kita.
Saya termasuk yang sungguh sangat merasakan penderitaan selama menjadi menteri. Karena itu tidak terjadi. Waktu saya menjadi menteri, sering saya harus berdiri atau duduk berjam-jam di DPR. Disitu anggota DPR bertanya banyak hal. Kadang-kadang bernada pura-pura sungguh-sungguh. Merek emngkritik begitu keras. Tapi kemudian mereka dengan tenangnya mengatakan 'Ini adalah panggung politik bu.'
Waktu saya dulu masuk menteri keuangan pertama saya masih punya dua Dirjen yang sangat terkenal, Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai saya. Mereka sangat powerfull. Karena pengaruhnya, dan respectability karena saya tidak tahu karena kepada angota dewan sangat luar biasa. Dan waktu saya ditanya, mulainya dari...? Segala macem. Setiap keputusan, statemen saya dan yang lain-lain selalu ditanya dengan sangat keras. Saya tadinya cukup naif mengatakan, "Oh ini ongkos demokrasi yang harus dibayar." Dan saya legowo saja dengan tenang menulis pertanyaan-pertanyaan mereka.
Waktu sudah ditulis mereka keluar ruangan, nggak pernah peduli mau dijawab atau tidak. Kemudian saya dinasehati oleh Dirjen saya itu, "Ibu tidak usah dimasukkan ke hati bu. Hal seperti itu hanya satu episod drama saja. " Tapi kemudian itu menimbulkan satu pergolakan batin orang seperti saya. Karena saya kemudian bertanya. Tadi dikaitkan dengan etika publik, kalau orang bisa secara terus menerus berpura-pura, dan media memuat, dan tidak ada satu kelompokpun mengatakan bahwa itu kepura-puraan maka kita bertanya, apalagi? siapa lagi yang akan menjadi guidance? yang mengingatkan kita dengan, apa yang disebut, norma kepantasan. Dan itu sungguh berat. Karena saya terus mengatakan kalau saya menjadi pejabat publik, ongkos untuk menjadi pejabat publik, pertama, kalau saya tidak corrupt, jelas saya legowo nggak ada masalah. Tapi yang kedua saya menjadi khawatir saya akan split personality.
Waktu di dewan saya menjadi personality yang lain, nanti di kantor saya akan menjadi lain lagi, waktu di rumah saya lain lagi. Untung suami dan anak-anak saya tidak pernah bingung yang mana saya waktu itu. Dan itu sesuatu yang sangat sulit untuk seorang seperti saya untuk harus berubah-ubah. Kalau pagi lain nilainya dengan sore, dan sore lain dengan malam. Malam lain lagi dengan tengah malam. Kan itu sesuatu yang sangat sulit untuk diterima. Itu ongkos yang paling mahal bagi seorang pejabat publik yang harus menjalankan dan ingin menjalankan secara konsisten.
Nah, oleh karena itu, didalam konteks inilah kita kan bicara mengenai kebijakan publik, etika publik yang seharusnya menjadi landasan, arahan bagi bagaimana kita memproduksi suatu tindakan, keputusan, yang itu adalah untuk urusan rakyat. Yaitu kesejahteraan rakyat, mengurangi penderitaan mereka, menaikkan suasana atau situasi yang baik di masyarakat, namun di sisi lain kita harus berhadapan dengan konteks kekuasaan dan struktur politik. Dimana buat mereka norma dan etika itu nampaknya bisa tidak hanya double standrart, triple standart.
Dan bahkan kalau kita bicara tentang istilah dan konsep mengenai konflik kepentingan, saya betul-betul terpana. Waktu saya menjadi executive director di IMF, pertama kali saya mengenal apa yang disebut birokrat dari negara maju. HAri pertama saya diminta untuk melihat dan tandatangan mengenai etika sebagai seorang executive director, do dan don'ts. Disitu juga disebutkan mengenai konsep konflik kepentingan. Bagaimana suatu institusi yang memprodusir suatu policy publik, untuk level internasional, mengharuskan setiap elemen, orang yang terlibat di dalam proses politik atau proses kebijakan itu harus menanggalkan konflik kepentingannya. Dan kalau kita ragu kita boleh tanya, apakah kalau saya melakukan ini atau menjabat yang ini apakah masuk dalam domain konflik kepentingan. Dan mereka memberikan counsel untuk kita untuk bisa membuat keputusan yang baik.
Sehingga bekerja di institusi seperti itu menurut saya mudah. Dan kalau sampai anda tergelincir ya kebangetan aja anda. Namun waktu kembali ke Indonesia dan saya dengan pemahaman pengenai konsep konflik kepentingan, saya sering menghadiri suatu rapat membuat suatu kebijakan, dimana kebijakan itu akan berimplikasi kepada anggaran, entah belanja, entah insentif, dan pihak yang ikut duduk dalam proses kebijakan itu adalah pihak yang akan mendapatkan keuntungan itu. Dan tidak ada rasa risih. Hanya untuk menunjukkan yang penting pemerintahan efektif, jalan. Kuenya dibagi ke siapa itu adalah urusan sekunder.
Anda bisa melihat bahwa kalau pejabat itu adalah background nya pengusaha, meskipun yang bersangkutan mengatakan telah meninggalkan seluruh bisnisnya, tapi semua orang tahu bahwa adiknya, kakaknya, anaknya, dan teteh, mamah, aa' semuanya masih run. Dan dengan tenangnya, berbagai kebijakan, bahkan yang membuat saya terpana, kalau dalam hal ini apa disebutnya? kalau dalam bahasa inggris apa disebutnya?i drop my job atau apa..bengong itu.
Kita bingung bahwa ada suatu keputusan dibuat, dan saya banyak catatan pribadi saya di buku saya. Ada keputusan ini, tiba-tiba besok lagi keputusan itu ternyata yang menimport adalah perusahaannya dia.
Nah ini merupakan sesuatu hal yang barangkali tanpa harus mendramatisir yang dikatakan oleh Rocky tadi seolah-olah menjadi the most reason phenomena. Kita semua tahu, itulah penyakit yang terjadi di jaman orde baru. Hanya dulu dibuatnya secara tertutup, tapi sekarang dengan kecanggihan, karena kemampuan dari kekuasaan, dia mengkooptasi decision making process juga. Kelihatannya demokrasi, kelihatannya melalui proses check and balance, tapi di dalam dirinya, unsur mengenai konflik kepentingan dan tanpa etika begitu kental. Etika itu barang yang jarang disebut pak.
Ada suatu saat saya membuat rapat dan rapat ini jelas berhubungan dengan beberapa perusahaan. Kebetulan ada beberapa dari yang kita undang, dia adalah komisaris dari beberapa perusahaan itu. Kami biasa, dan saya mengatakan dengan tenang, bagi yang punya aviliasi dengan apa yang kita diskusikan silahkan keluar dari ruangan. Memang itu adalah tradisi yang coba kita lakukan di kementrian keuangan. Kebetulan mereka adlaah teman-teman saya. Jadi teman-teman saya itu dengan bitter mengatakan, "Mba ani jangan sadis-sadis amat lah kayak gitu. Kalaupun kita disuruh keluar juga diem-diem aja. Nggak usah caranya kayak gitu."
Saya ingin menceritakan cerita seperti ini kepada anda bagaimana ternyata konsep mengenai etika dan konflik kepentingan itu, bisa dikatakan sangat langka di republik ini. Dan kalau kita berusaha untuk menjalankan dan menegakkan, kita dianggap menjadi barang yang aneh. Jadi tadi kalau MC nya menjelaskan bahwa saya ingin menjelaskan bahwa di luar gua itu ada sinar dan dunia yang begitu bagus, di dalam saya dianggap seperti orang yang cerita yang nggak nggak aja. Belum kalau di dalam konteks politik besar, kemudian, wah ini konsep barat pasti 'Lihat saja Sri Mulyani, neolib.'
Jadi saya mungkin akan mengatakan bagaimana ke depan di dalam proses politik. Tentu adalah suatu keresahan buat kita. Karena episod yang terjadi beberapa kali adalah bahwa di dalam ruangan publik, rakyat atau masyarakat yang harusnya menjadi the ultimate shareholder dari kekuasaan. Dia memilih, kepada siapapun CEO di republik ini dan dia juga memilih dari orang-orang yang diminta untuk menjadi pengawas atau check terhadap CEO nya.
Dan proses ini ternyata juga tidak murah dan mudah. Sudah banyak orang yang mengatakan untuk menjadi seorang jabatan eksekutif dari level kabupaten, kota, propinsi, membutuhkan biaya yang luar biasa, apalagi presiden pastinya. Dan biayanya sungguh sangat tidak bisa dibayangkan untuk suatu beban seseorang. Saya menteri keuangan saya biasa mengurusi ratusan triliun bahkan ribuan, tapi saya tidak kaget dengan angka. Tapi saya akan kaget kalau itu menjadi beban personal.
Seseorang akan menjadi kandidat mengeluarkan biaya sebesar itu. Kalkulasi mengenai return of investment saja tidak masuk. Bagaimana anda mengatakan dan waktu saya mengatakan sya lihat struktur gaji pejabat negara sungguh sangat tidak rasional. Dan kita pura-pura tidak boleh menaikkan karena kalau menaikkan kita dianggap mau mensejahterakan diri sebelum mensejahterakan rakyat. Sehingga muncullah anomali yang sangat tidak bisa dijelaskan oleh logika akal sehat, bahkan Rocky bilangnya ada akal miring. Saya mencoba sebagai pejabat negara untuk mengembalikan akal sehat dengan mengatakan strukturnya harus dibenahi lagi. Namun toh tetap tidak bisa menjelaskan suatu proses politik yang begitu sangat mahalnya.
Sehingga memunculkan suatu kebutuhan untuk berkolaborasi dengan sumber finansialnya. Dan disitulah kontrak terjadi. Di tingkat daerah, tidak mungkin itu dilakukan dengan membayar melalui gajinya. Bahkan melalui APBD nya pun tidak mungkin karena size dari APBN nya kadang-kadang tidak sebesar atau mungkin juga lebih sulit. Sehingga yang bisa adalah melalui policy. Policy yang bisa dijual belikan. Dan itu adalah adalah bentuk hasil dari suatu kolaborasi.
pertanyaan untuk kita semua, bagaimana kita menyikapi hal ini didalam konteks bahwa produk dari kebijakan publik, melalui sebuah proses politik yang begitu mahal sudah pasti akan distated dengan struktur yang membentuk awalnya. KArena kebijakan publik adalah hilirnya, hasil akhir. Hulunya yang memegang kekuasaan, lebih hulu lagi adalah prosesnya untuk mendapatkan kekuasaan itu demikian mahal.
Dan itu akan menjadi pertanyaan yang concern untuk sebuah sistem demokrasi. Maka pada saat kita dipilih atau diminta untuk menjadi pembantu atau menjadibagian dari pemerintah, Tentu kita tidak punya ilusi bahwa ruangan politik itu vakum atau hampa dari kepentingan. politik dimana saja pasti tentang kepentingan. Dan kepentingan itu kawin diantara beberapa kelompok untuk mendapatkan kekuasaan itu. Pasti itu perkawinannya adalah pada siapa saja yang menjadi pemenang.
Kalau pada hari ini tadi disebutkan ada yang menanyakan atau menyesalkan atau ada yang menangisi ada yang gelo (jawa:menyesal.red), kenapa kok Sri Mulyani memutuskan untuk mundur dari Menteri Keuangan. Tentu ini adalah suatu kalkulasi dimana saya menganggap bahwa sumbangan saya, atau apapun yang saya putuskan sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam sistem politik. Dimana perkawinan kepentingan itu begitu sangat dominan dan nyata. Banyak yang mengatakan itu adalah kartel, saya lebih suka pakai kata kawin, walaupun jenis kelaminnya sama. (ketawa dan tepuktangan)
Karena politik itu lebih banyak lakinya daripada perempuan makanya saya katakan tadi. Hampir semua ketua partai politik laki kecuali satu. Dan di dalam bahwa dimana sistem politik tidak menghendaki lagi atau dalam hal ini tidak memungkinkan etika publik itu bisa dimnculkan, maka untuk orang seperti saya akan menjadi sangat tidak mungkin untuk eksis. Karena pada saat saya menerima tangungjawab untuk menjadi pejabat publik, saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri, saya tidak ingin menjadi orang yang akan menghianati dengan berbuat corrupt. Saya tidak mengatakan itu gampang. Sangat painful. Sungguh painful sekali. Dan saya tidak mengatakan bahwa saya tidak pernah mengucurkan atau meneteskan airmata untuk menegakkan prinsip itu. Karena ironinya begitu besar. Sangat besar. Anda memegang kekuasaan begitu besar. Anda bisa, anda mampu, anda bahkan boleh, bahkan diharapkan untuk meng abuse nya oleh sekelompok yang sebetulnya menginginkan itu terjadi agar nyaman dan anda tidak mau. (tepuk tangan) Pada saat yang sama anda tidak selalu di apresiasi. P2D kan baru muncul sesudah saya mundur (ketawa, disini dia terlihat mengusapkan saputangan ke matanya).
Jadi ya terlambat tidak apa-apa, terbiasa. Saya masih bisa menyelamatkan republik ini lah.
Jadi saya tidak tahu tadi, Rocky tidak ngasih tahu saya berapa menit atau berapa jam. Soalnya diatas jam 9 argonya lain lagi nanti. Jadi saya gimana harus menutupnya. Nanti kayaknya nyanyi aja balik terus nanti.
Mungkin saya akan mengatakan bahwa pada bagian akhir kuliah saya ini atau cerita saya ini saya ingin menyampaikan kepada semua kawan-kawan disini. Saya bukan dari partai politik, saya bukan politisi, tapi tidak berarti saya tidak tahu politik. Selama lebih dari 5 tahun saya tahu persis bagaimana proses politik terjadi. Kita punya perasaan yang bergumul atau bergelora atau resah. Keresahan itu memuncak pada saat kita menghadapi realita jangan-jangan banyak orang yang ingin berbuat baik merasa frustasi. Atau mungkin saya akan less dramatic. Banyak orang-orang yang harus dipaksa untuk berkompromi dan sering kita menghibur diri dengan mengatakan kompromi ini perlu untuk kepentingan yang lebih besar. Sebetulnya cerita itu bukan cerita baru, karena saya tahu betul pergumulan para teknokrat jaman Pak Harto, untuk memutuskan stay atau out adalah pada dilema, apakah dengan stay saya bisa membuat kebijakan publik yang lebih baik sehingga menyelamatkan suatu kerusakan yang lebih besar. Atau anda out dan anda disitu akan punya kans untuk berbuat atau tidak, paling tidak resiko getting associated with menjadi less. Personal gain, public loss. If you are stay, dan itu yang saya rasakan 5 tahun, you suddenly feel that everybody is your enemy.
KArena no one yang sangat simpati dan tahu kita pun akan tidak terlalu happy karena kita tetap berada di dalam sistem. Yang tidak sejalan dengan ktia juga jengkel karena kita tidak bisa masuk kelompok yang bisa diajak enak-enakan. Sehingga anda di dalam di sandwich di dua hal itu. Dan itu bukan suatu pengalaman yang mudah. Sehingga kita harus berkolaborasi untuk membuat space yang lebih enak, lebih banyak sehingga kita bisa menemukan kesamaan.
Nah kalau kita ingin kembali kepada topiknya untuk menutup juga, saya rasa forum-forum semacam ini atau saya mengatakan kelompok seperti anda yang duduk pada malam hari ini adalah kelompok kelas menengah. YAng sangat sadar membayar pajak. Membayarnya tentu tidak sukarela, tidak seorang yang patriotik yang mengatakan dia membayar pajak sukarela. Tapi meskipun tidak sukarela, anda sadar bahwa itu adalah suatu kewajiban untuk menjaga republik ini tetap berdaulat. Dan orang seperti anda yang tau membayar pajak adalah kewajiban dan sekaligus hak untuk menagih kepada negara, mengembalikan dalam bentuk sistim politik yang kita inginkan. Maka sebetulnya di tangan orang-orang seperti anda lah republik ini harus dijaga. Sungguh berat, dan saya ditanya atau berkali-kali di banyak forum untuk ditanya, kenapa ibu pergi? Bagaimana reformasi, kan yang dikerjakan semua penting. Apakah ibu tidak melihat Indonesia sebagai tempat untuk pengabdian yang lebih penting dibandingkan bank dunia.
Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani. Dan saya keberatan. Dan saya ingin sampaikan di forum ini karena anda juga bertanggungjawab kalau bertama hal yang sama ke saya. Anda semua bertanggungjawab sama seperti saya. Mencintai republik ini dengan banyak sekali pengorbanan sampai saya harus menyampaikan kepada jajaran pajak, jajaran bea cukai, jajaran perbendaharaan, "Jangan pernah putus asa mencintai republik." Saya tahu, sungguh sulit mengurusnya pada masa-masa transisi yang sangat pelik.
Kecintaan itu paling tidak akan terus memelihara suara hati kita. Dan bahkan menjaga etika kita di dalam betindak dan berbuat serta membuat keputusan. Dan saya ingin membagi kepada teman-teman disini, karena terlalu banyak di media seolah-olah ditunjukkan yang terjadi dari aparat di kementrian keuangan yang sudah direformasi masih terjadi kasus seperti Gayus.
Saya ingin memberikan testimoni bahwa banyak sekali aparat yang betul-betul genuinly adalah orang-orang yang dedicated. Mereka yang cinta republik sama seperti anda. Mereka juga kritis, mereka punya nurani, mereka punya harga diri. Dia bekerja pada masing-masing unit, mungkin mereka tidak bersuara karena mereka adalah bagian dari birokrat yang tidak boleh bersuara banyak tapi harus bekerja.
Sebagian kecil adalah kelompok rakus, dan dengan kekuasaan sangat senang untuk meng abuse. Tapi saya katakan sebagian besar adalah orang-orang baik dan terhormat. Saya ingin tolong dibantu, berilah ruang untuk orang-orang ini untuk dikenali oleh anda juga dan oleh masyarakat. Sehingga landscape negara ini tidak hanya didominasi oleh cerita, oleh tokoh, apalagi dipublikasi dengan seolah-oalh menggambarkan bahwa seluruh sistem ini adalah buruk dan runtuh. Selama seminggu ini saya terus melakukan pertemuan dan sekaligus perpisahan dengan jajaran di kementrian keuangan dan saya bisa memberikan, sekali lagi, testimoni bahwa perasaan mereka untuk membuktikan bahwa reform bisa jalan ada disana. Bantu mereka untuk tetap menjaga api itu. Dan jangan kemudian anda disini bicara dengan saya, ya bisa diselamatkan kalau sri mulyani tetap menjadi Menteri keuangan. Saya rasa tidak juga.
Suasana yang kita rasakan pada minggu-minggu yang lalu, bulan-bulan yang lalu, seolah-olah persoalan negara ini disandera oleh satu orang, sri mulyani. Sedemikian pandainya proses politik itu diramu sedemikian sehingga seolah-olah persoalannya menjadi persoalan satu orang. Seseorang yang pada sautu ketika dia harus membuat keputusan yang sungguh tidak mudah, dengan berbagai pergumulan, kejengkelan, kemarahan, kecapekan, kelelahan, namun dia harus tetap membuat kebijakan publik. Dia berusaha, berusaha di setiap pertemuan, mencoba untuk meneliti dirinya sendiri apakah dia punya kepentingan pribadi atau kelompok, dan apakah dia diintervensi atau tidak, apakah dia membuat keputusan karena ada tujuan yang lain. Berhari-hari, berjam-jam dia bertanya, dia minta, dia mengundang orang dan orang-orang ini yang tidak akan segan mengingatkan kepada saya. Meskipun mereka tahu saya menteri, mereka lebih tua dari saya. Orang seperti pak Darmin, siapa yang bisa bilang atau marahin pak marsilam?Wong semua orang dimarahin duluan sama dia.
Mereka ada disana hanya untuk mengingatkan saya berbagai rambu-rambu, berbagai pilihan dan pilihan sudah dibuat. Dan itu dilaporkan, dan itu diaudit dan itu kemudian dirapatkan secara terbuka. Dan itu kemudian dirapatkerjakan di DPR. Bagaimana mungkin itu kemudia 18 bulan kemudian dia seolah-olah menjadi keputusan individu seorang Sri Mulyani. Proses itu berjalan dan etika sunyi. Akal sehat tidak ada. Dan itu memunculkan suatu perasaan apakah pejabat publik yang tugasnya membuat kebijakan publik pada saat dia sudah mengikuti rambu-rambu, dia masih bisa divictimize oleh sebuah proses politik. SAya hanya mengatakan, kalau dulu pergantian rezim orde lama ke orde baru, semua orang di stigma komunis, kalau ini khusus didisain pada era reformasi seorang distigma dengan sri mulyani identik dengan century. Mungkin kejadiannya di satu orang saja, tapi sebetulnya analogi dan kesamaan mengenai suatu penghakiman telah terjadi.
Sebetulnya disitulah letak kita untuk mulai bertanya, apakah proses politik yang didorong, yang dimotivate, yang ditunggangi oleh suatu kepentingan membolehkan seseorang untuk dihakimi, bahkan tanpa pengadilan. Divonis tanpa pengadilan. Itu barangkali adalah suatu episod yang sebetulnya sudah berturut-turut kita memahami konsekuensi sebagai pejabat publik yang tujuannya membuat kebijakan publik, dan berpura-pura seolah-olah ada etika dan norma yang menjadi guidance kita dibenturkan dengan realita-realita politik.
Dan untuk itu, saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari anda mengatakan apakah Sri mulyani kalah, apakah sri mulyani lari? Dan saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu adalah suatu loss atau kehilangan. Diantara anda semua yang ada disini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. (applause)
Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah tiga. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka disitu saya menang. Terimakasih
(standing applause)
(Rrn)
-semoga...bermanfaat..bagi..teman..teman..yang..membacanya...-
Kamis, 20 Mei 2010
Sabtu, 08 Mei 2010
15 Tahun Telkomsel membuatku Senang!!

Dalam Rangka Menyambut Ulang Tahun Telkomsel ke 15 yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2010 ,
Telkomsel mengadakan banyak acara dan memberikan hadiah hadiah kepada pelanggan setianya. salah satunya adalah yang dilakukan oleh salah satu Produk dari Telkomsel , SIMPATI. simpati mengadakan Kuis berhadiah Jalan ke Singapura dan Bali @10 orang dan mengadakan Nobar film Robin Hood untuk
1500 orang beruntung! caranya sangat Mudah yaitu dengan memfollow akun twitter @nobarsimPATI dan menjawab setiap pertanyaan yang di berikan dengan jawaban yang sekreatif mungkin disertai dengah hastags #panahrobin dan tidak ketinggalan untuk para blogger dapat ikut serta dengan menulis blog tentang event2 nya atau cerita tentang Robin Hood.Tidak ada yang tidak tergiur dengan hadiah Jalan - Jalan ke Singapura atau Bali.. termasuk saya...sangat amat tergiur dengan hadiah jalan-jalan itu , nobar film robin hoodnya juga okelah ... apalagi dikit lagi musim liburan. pasti semua pada kepingin.. Jarang-jarang bisa ke luar negeri secara gratis...hehhhe
BALI
>> salah satu tempat di Indonesia yang menjadi tujuan wisata para turis mancanegara maupun domestik. Pantai yang Indah , tempat wisata yang memukau, tanpa melepas kekhasan dari Bali Sendiri.. Wisata Budaya yang sangat mengagumkan... Bali Begitu terkenal , sampai pada akhirnya Film Eat, Pray , and Love di Buat di Bali dan dibintangi oleh Artis Hollywood JuLia Robert. dan masih banyak lagi artis-artis Hollywood yang datang ke Bali untuk berwisata.
>> wisatawan dalam negeri sepertinya menjadikan Bali tujuan wisata tiap tahun yang. karena Bali begitu mempesona.
>> Saya pun akan senang sekali bisa ke Bali misalnya memenangkan hadiah jalan-jalan ini.. bergembira bersama dengan orang-orang baru dan bisa merasakan Ulang Tahun Telkomsel.
Singapura
>> negara multietnis yang menjadi salah satu negara maju di ASIA, dan pastinya Basecamp Telkomsel kalau tidak Salah di Simngapura Juga..ya g??heehehe negara tetangga kita ini sangat concern untuk mempromosikan wisatanya. karena pendapatan negaranya berasal dari Wisatanya. pemerintahnya tidak henti-hentinya melakukan promosi wisata dan menambah objek wisata terbarunya. dan yang terbaru adalah objek wisata Universal Studio - rasanya sangat menyenangkan sekali bisa ke singapura dan mengunjungi Universal Studio dan tentunya FOR FREE!!
oke... semoga bisa berangkat ke Singapura atau Bali di liburan ini =)
TELKOMSEL - HAPPY BIRTHDAY!!!
simpati.....pleaaaaseeeeeee...BALI... BALI..BALI... SINGAPURA...SINGAPURA...SINGAPURA...
Kamis, 22 April 2010
Businnes Ethic
1. Pengertian Moral, etiket, legal. Dan sebutkan perbedaannya berdasarkan pelanggaran dari setiap istilah (dihubungkan dengan kasus pencurian, kalau pencurian tersebut untuk memberikan anaknya yang kelaparan)
Etiket adalah suatu tatakrama pergaulan pada komunitas dan situasi tertentu yang disepakati bersama. Misalnya cara makan yang baik, cara berjalan yang baik, dan sebagainya. Etiket itu bisa jadi bagian dari etika.
Moral (Moralitas) adalah sistem nilai mengenai bagaimana manusia harus hidup secara baik sebagai manusia. Tujuan untuk memberikan kepada manusia aturan atau petunjuk konkret bagaimana manusia harus hidup, bagaimana ia harus bertindak dalam hidup manusia sebagai manusia yang baik dan bagaimana ia harus menghindari perilaku-perilaku yang tidak baik. Misalnya menjalankan peraturan yang berlaku dengan baik.
Legal adalah
2. Membedakan teori Deontologi, utilitarianism, dan virtue (dihubungkan dengan kasus apakan seseorang yang datang pagi ke kantor sudah benar secara dentologi, lalu dibandingkan)
Dentologi : teori ini menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Suatu perbuatan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban, jadi selama melakukan kewajiban berarti telah melakukan kebaikan. Dentologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan, dengan kata lain dentologi melakukan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya.
Utilirarianism adalah paham atau aliran dalam filsafat moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan (the principle of utility) sebagai prinsip moral yang paling dasar. Etika utilirarianisme menganggap bahwa sesuatu itu dapat dijadikan sebagai norma moral kalau sesuatu itu berguna. Kegunaan atas manfaat suatu tindakan menjadi ukuran normatif.
- Kritis: berpandangan bahwa kita tidak bisa begitu saja menerima norma moral yang ada (mempertanyakannya)
- Rasional : tidak menerima saja norma moral yang ada (mempertanyakan suatu tindakan apakah berguana atau tidak)
- Teleologis : sutu tindakan itu diangaap baik kalau dari tujuannya (tindakan itu mempunyai tujuan dalam dirinya sehingga dapat dipandang baik)
- Universalis : semboyan yang terkenal adalah suatu itu dianggap baik kalau dia memberi kegunaan yang besar bagi banyak orang.
2 macam teori utiliatarianisme
tindakan (suatu tindakan itu dianggap baik jika tindakan itu membawa akibat yang menguntungkan)
peraturan (suatu dipandang baik kalau ia berguna dan tidak melanggar peraturan yang ada)
virtue : merupakan suatu pendekatan pada etika yang menekankan karakter agen moral, bukan aturan atau konsekuensi, sebagai elemen kunci dari pemikiran etis. Hal ini bertentangan dengan konsekuensialisme, yang memegang bahwa konsekuensi dari suatu bentuk tindakan tertentu dasar bagi penilaian moral tentang tindakan yang berlaku, dan tata susila, yang berasal dari kebenaran atau kesalahan karakter dari tindakan itu sendiri dan bukan hasil. Perbedaan antara tiga pendekatan untuk moralitas lebih cenderung untuk berbohong dengan cara dilema moral mendekati daripada mencapai kesimpulan moral. Sebagai contoh, konsekuensialis mungkin berpendapat bahwa berbohong adalah salah karena konsekuensi negatif yang dihasilkan oleh berbohong - meskipun konsekuensialis mungkin mengizinkan bahwa konsekuensi mendatang tertentu mungkin membuat berbohong diterima. deontologist Sebuah mungkin berpendapat bahwa berbohong itu selalu salah, meskipun ada "potensi yang baik" yang mungkin berasal dari berbohong. Seorang pakar etika kebajikan, bagaimanapun, akan fokus kurang pada berbaring di atas setiap kasus tertentu dan bukan mempertimbangkan apa keputusan untuk berbohong atau tidak berbohong katakan tentang seseorang karakter dan perilaku moral.
3. Pendapat Adam smith tentang absolute advantage, bandingkan dengan exclusive advantage dan comparative advantage.
Adam Smith
Absolute advantage:
Absolute advantage theory asserts that a nation benefits from manufacturing more output than others since it is in the possession of a particular resource or commodity. This particular resource can also be a certain method or knowledge that increases the production efficiency, and thus reduces the relative need to resources
Comparative advantage:
Comparative advantage theory is an international trade theory. It asserts that individuals or nations trade because they have superior productivity in particular industries, and that they should produce and export goods for which they possess a comparative advantage and import others which other nations possess a comparative advantage for.
Governments may attempt to counter comparative advantage by erecting trade barriers, allowing young, uncompetitive, industries enough time to become established.
Absolute keuntungan:
teori keuntungan absolut menegaskan bahwa manfaat suatu negara dari manufaktur output lebih dari yang lain karena dalam kepemilikan sumber daya tertentu atau komoditas. Ini sumber daya tertentu dapat juga menjadi metode tertentu atau pengetahuan yang meningkatkan efisiensi produksi, dan dengan demikian mengurangi kebutuhan sumber daya relatif terhadap
Perbandingan keuntungan:
teori keuntungan komparatif adalah teori perdagangan internasional. Hal ini menegaskan bahwa individu atau negara perdagangan karena mereka memiliki produktivitas tinggi di industri tertentu, dan bahwa mereka harus memproduksi dan mengekspor barang yang mereka memiliki keunggulan komparatif dan lain-lain negara lain impor yang memiliki keunggulan komparatif untuk.
Pemerintah akan berusaha untuk melawan keunggulan komparatif dengan mendirikan hambatan perdagangan, yang memungkinkan muda, tidak kompetitif, industri waktu yang cukup untuk menjadi mapan.
David Ricard
Comparative advantage:
The ability of a party (an individual, a firm, or a country) to produce a particular good or service at a lower opportunity cost than another party. It is the ability to produce a product most efficiently given all the other products that could be produced.
Perbandingan keuntungan:
Kemampuan pesta (individu, perusahaan, atau negara) untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu dengan biaya kesempatan yang lebih rendah daripada pihak lain. Ini adalah kemampuan untuk memproduksi produk yang paling efisien diberikan semua produk lain yang bisa diproduksi.
John Stuart Mill
Utilitarian Pemerintah harus memberikan kebebasan kepada rakyatnya.
The utilitarian candidate is the principle of utility, which holds that “actions are right in proportion as they tend to promote happiness; wrong as they tend to produce the reverse of happiness. By happiness is intended pleasure and the absence of pain; by unhappiness, pain and the privation of pleasure.”
Utilitarian Pemerintah harus memberikan kebebasan kepada rakyatnya.
Calon utilitarian adalah prinsip utilitas, yang menyatakan bahwa "tindakan benar dalam proporsi mereka cenderung mempromosikan kebahagiaan; salah karena mereka cenderung menghasilkan kebalikan dari kebahagiaan. Dengan kebahagiaan dimaksudkan kenikmatan dan tidak adanya rasa sakit; oleh ketidakbahagiaan, rasa sakit dan kekurangan dari kesenangan. "
Agency Theory
Agency theory, developed in the 1970s, focuses on the way the central management of a firm manages its relations and enters into contractual arrangements with its divisional managers.
The conditions under which subordinate agents work with corporate managers may directly influence the behavior of the firm.
Issues such as remuneration, accounting techniques or risk-taking are among the major concerns of both parties in this relationship.
Badan teori, yang dikembangkan pada tahun 1970, berfokus pada cara pengelolaan pusat dari suatu perusahaan mengelola hubungan dan masuk ke dalam pengaturan kontrak dengan manajer divisi perusahaan.
Kondisi di mana bawahan agen bekerja dengan manajer perusahaan secara langsung dapat mempengaruhi perilaku perusahaan.
Isu-isu seperti remunerasi, teknik akuntansi atau mengambil risiko termasuk di antara keprihatinan utama dari kedua belah pihak dalam hubungan ini.
4. Analisis apakah mencuri boleh atau tidak, sesuai dengan tekanan yang diterima oleh seseorang
5. Principle agent theory
Teori agensi mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka sendiri. Pemegang saham sebagai principal diasumsikan hanya tertarik kepada hasil keuangan yang bertambah atau investasi mereka di dalam perusahaan. Sedang para agen disumsikan menerima kepuasan berupa kompensasi keuangan dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut.
Karena perbedaan kepentingan ini masing-masing pihak berusaha memperbesar keuntungan bagi diri sendiri. Principal menginginkan pengembalian yang sebesar-besarnya dan secepatnya atas investasi yang salah satunya dicerminkan dengan kenaikan porsi deviden dari tiap saham yang dimiliki. Agen menginginkan kepentingannya diakomodir dengan pemberian kompensasi/bonus/insentif/remunerasi yang “memadai” dan sebesar2nya atas kinerjanya. Principal menilai prestasi Agen berdasarkan kemampuannya memperbesar laba untuk dialokasikan pada pembagian deviden. Makin tinggi laba, harga saham dan makin besar deviden, maka Agen dianggap berhasil/berkinerja baik sehingga layak mendapat insentif yang tinggi.
Sebaliknya Agen pun memenuhi tuntutan Principal agar mendapatkan kompensasi yang tinggi. Sehingga bila tidak ada pengawasan yang memadai maka sang Agen dapat memainkan beberapa kondisi perusahan agar seolah-olah target tercapai. Permainan tersebut bisa atas prakarsa dari Principal ataupun inisiatif Agen sendiri. Maka terjadilah Creative Accounting yang menyalahi aturan, misal: adanya piutang yang tidak mungkin tertagih yang tidak dihapuskan; Capitalisasi expense yang tidak semestinya; Pengakuan penjualan yang tidak semestinya; yang kesemuanya berdampak pada besarnya nilai aktiva dalam Neraca yang “mempercantik” laporan keuangan walaupun bukan nilai yang sebenarnya. Atau bisa juga dengan melakukan income smoothing (membagi keuntungan ke periode lain) agar setiap tahun kelihatan perusahaan meraih keuntungan, padahal kenyataannya merugi atau laba turun.
Salah satu hipotesis dalam teori ini adalah bahwa manajemen dalam mengelolah perusahaan cenderung lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada meningkatkan nilai perusahaan.
Masalah principal-agent muncul di dalam perusahaan saat kepemilikan dan kontrol dipisahkan dan kepentingan-diri manajer dapat menuntun mereka untuk bertindak lain daripada kepentingan pemegang saham. Masalahnya adalah untuk merancang system pemantauan atau insentif yang akan membuat manajer bertindak untuk kepentingan terbaik bagi para pemegang saham.
6. Kelemahan dari suatu kontrak atau perjanjian
7. Classikal teori dari CSR
Sees a corporation as having a single dimensional entity of profit-making in the short-term (Gaskin 1985; Friedman 1968). Current business views and actions are more consistent with the emergence of an alternative school of thought which maintains that businesses that enjoy enormous power in terms of controlling the bulk of society's resources have responsibilities that must go beyond the economic and regulatory imperatives (Samli 1992; Sen 1997; Bhattacharya and Sen 2004).
Melihat sebuah perusahaan sebagai memiliki dimensi entitas tunggal laba-keputusan dalam jangka pendek (Gaskin 1985; Friedman 1968). dilihat bisnis saat ini dan tindakan yang lebih konsisten dengan munculnya sebuah sekolah alternatif pemikiran yang menyatakan bahwa bisnis yang menikmati kekuatan besar dalam hal mengendalikan sebagian besar sumber daya masyarakat memiliki tanggung jawab yang harus keluar dari imperatif ekonomi dan regulasi (Samli 1992; Sen 1997; Bhattacharya dan Sen 2004).
8. jelaskan jenis perusahaan yang tidak perlu moral, sampai kepada menjadi agent moral...
Kisi2 Bussiness Ethics( dari dosen Michele wiratmoko)
- Apakah seseorang yang datang pagi sudah benar secara deontology?intinya disini melihat case dari sudut pandang deontology,virtue sama utilitarian
- Pengertian Moral, Etiket, Legal? Perbedaannya juga diselingi dengan contoh kasus yang sederhana
- Tokoh2 dalam bussines ethics seperti smith (wealth oh nation), Kahn (Orang sebagai objek) Ricardo (comparative advantage), Michael Porter (competitive advantage), John S ilis (Utillitarianism, membuat peraturan yang menyenangkan orang banyak)
- Mencuri boleh atau tidak? (dilihat dari sudut pandang etika,moral dan legal) misalnya untuk tujuan kebaikan? Atau karena kepepet anaknya sudah kelaparan gimana?
- Apakah Legal benar bisa menyelesaikan masalah??
- Principal Agency Theory & kelemahan suatu kontrak
- CSR(corporate social responsibility) apakah csr sekarang hanya sekedar alat untuk promosi perusahaan??
1. Why value needed in business ?
2. Ethical issue in business
3. Decision making
4. Virtue ethic
5. Knowledge skill ability
6. Customary conventional
7. Relativism
8. Dualism
9. Relativism and corporate governance (thinker)
Etiket adalah suatu tatakrama pergaulan pada komunitas dan situasi tertentu yang disepakati bersama. Misalnya cara makan yang baik, cara berjalan yang baik, dan sebagainya. Etiket itu bisa jadi bagian dari etika.
Moral (Moralitas) adalah sistem nilai mengenai bagaimana manusia harus hidup secara baik sebagai manusia. Tujuan untuk memberikan kepada manusia aturan atau petunjuk konkret bagaimana manusia harus hidup, bagaimana ia harus bertindak dalam hidup manusia sebagai manusia yang baik dan bagaimana ia harus menghindari perilaku-perilaku yang tidak baik. Misalnya menjalankan peraturan yang berlaku dengan baik.
Legal adalah
2. Membedakan teori Deontologi, utilitarianism, dan virtue (dihubungkan dengan kasus apakan seseorang yang datang pagi ke kantor sudah benar secara dentologi, lalu dibandingkan)
Dentologi : teori ini menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Suatu perbuatan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban, jadi selama melakukan kewajiban berarti telah melakukan kebaikan. Dentologi tidak terpasak pada konsekuensi perbuatan, dengan kata lain dentologi melakukan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya.
Utilirarianism adalah paham atau aliran dalam filsafat moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan (the principle of utility) sebagai prinsip moral yang paling dasar. Etika utilirarianisme menganggap bahwa sesuatu itu dapat dijadikan sebagai norma moral kalau sesuatu itu berguna. Kegunaan atas manfaat suatu tindakan menjadi ukuran normatif.
- Kritis: berpandangan bahwa kita tidak bisa begitu saja menerima norma moral yang ada (mempertanyakannya)
- Rasional : tidak menerima saja norma moral yang ada (mempertanyakan suatu tindakan apakah berguana atau tidak)
- Teleologis : sutu tindakan itu diangaap baik kalau dari tujuannya (tindakan itu mempunyai tujuan dalam dirinya sehingga dapat dipandang baik)
- Universalis : semboyan yang terkenal adalah suatu itu dianggap baik kalau dia memberi kegunaan yang besar bagi banyak orang.
2 macam teori utiliatarianisme
tindakan (suatu tindakan itu dianggap baik jika tindakan itu membawa akibat yang menguntungkan)
peraturan (suatu dipandang baik kalau ia berguna dan tidak melanggar peraturan yang ada)
virtue : merupakan suatu pendekatan pada etika yang menekankan karakter agen moral, bukan aturan atau konsekuensi, sebagai elemen kunci dari pemikiran etis. Hal ini bertentangan dengan konsekuensialisme, yang memegang bahwa konsekuensi dari suatu bentuk tindakan tertentu dasar bagi penilaian moral tentang tindakan yang berlaku, dan tata susila, yang berasal dari kebenaran atau kesalahan karakter dari tindakan itu sendiri dan bukan hasil. Perbedaan antara tiga pendekatan untuk moralitas lebih cenderung untuk berbohong dengan cara dilema moral mendekati daripada mencapai kesimpulan moral. Sebagai contoh, konsekuensialis mungkin berpendapat bahwa berbohong adalah salah karena konsekuensi negatif yang dihasilkan oleh berbohong - meskipun konsekuensialis mungkin mengizinkan bahwa konsekuensi mendatang tertentu mungkin membuat berbohong diterima. deontologist Sebuah mungkin berpendapat bahwa berbohong itu selalu salah, meskipun ada "potensi yang baik" yang mungkin berasal dari berbohong. Seorang pakar etika kebajikan, bagaimanapun, akan fokus kurang pada berbaring di atas setiap kasus tertentu dan bukan mempertimbangkan apa keputusan untuk berbohong atau tidak berbohong katakan tentang seseorang karakter dan perilaku moral.
3. Pendapat Adam smith tentang absolute advantage, bandingkan dengan exclusive advantage dan comparative advantage.
Adam Smith
Absolute advantage:
Absolute advantage theory asserts that a nation benefits from manufacturing more output than others since it is in the possession of a particular resource or commodity. This particular resource can also be a certain method or knowledge that increases the production efficiency, and thus reduces the relative need to resources
Comparative advantage:
Comparative advantage theory is an international trade theory. It asserts that individuals or nations trade because they have superior productivity in particular industries, and that they should produce and export goods for which they possess a comparative advantage and import others which other nations possess a comparative advantage for.
Governments may attempt to counter comparative advantage by erecting trade barriers, allowing young, uncompetitive, industries enough time to become established.
Absolute keuntungan:
teori keuntungan absolut menegaskan bahwa manfaat suatu negara dari manufaktur output lebih dari yang lain karena dalam kepemilikan sumber daya tertentu atau komoditas. Ini sumber daya tertentu dapat juga menjadi metode tertentu atau pengetahuan yang meningkatkan efisiensi produksi, dan dengan demikian mengurangi kebutuhan sumber daya relatif terhadap
Perbandingan keuntungan:
teori keuntungan komparatif adalah teori perdagangan internasional. Hal ini menegaskan bahwa individu atau negara perdagangan karena mereka memiliki produktivitas tinggi di industri tertentu, dan bahwa mereka harus memproduksi dan mengekspor barang yang mereka memiliki keunggulan komparatif dan lain-lain negara lain impor yang memiliki keunggulan komparatif untuk.
Pemerintah akan berusaha untuk melawan keunggulan komparatif dengan mendirikan hambatan perdagangan, yang memungkinkan muda, tidak kompetitif, industri waktu yang cukup untuk menjadi mapan.
David Ricard
Comparative advantage:
The ability of a party (an individual, a firm, or a country) to produce a particular good or service at a lower opportunity cost than another party. It is the ability to produce a product most efficiently given all the other products that could be produced.
Perbandingan keuntungan:
Kemampuan pesta (individu, perusahaan, atau negara) untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu dengan biaya kesempatan yang lebih rendah daripada pihak lain. Ini adalah kemampuan untuk memproduksi produk yang paling efisien diberikan semua produk lain yang bisa diproduksi.
John Stuart Mill
Utilitarian Pemerintah harus memberikan kebebasan kepada rakyatnya.
The utilitarian candidate is the principle of utility, which holds that “actions are right in proportion as they tend to promote happiness; wrong as they tend to produce the reverse of happiness. By happiness is intended pleasure and the absence of pain; by unhappiness, pain and the privation of pleasure.”
Utilitarian Pemerintah harus memberikan kebebasan kepada rakyatnya.
Calon utilitarian adalah prinsip utilitas, yang menyatakan bahwa "tindakan benar dalam proporsi mereka cenderung mempromosikan kebahagiaan; salah karena mereka cenderung menghasilkan kebalikan dari kebahagiaan. Dengan kebahagiaan dimaksudkan kenikmatan dan tidak adanya rasa sakit; oleh ketidakbahagiaan, rasa sakit dan kekurangan dari kesenangan. "
Agency Theory
Agency theory, developed in the 1970s, focuses on the way the central management of a firm manages its relations and enters into contractual arrangements with its divisional managers.
The conditions under which subordinate agents work with corporate managers may directly influence the behavior of the firm.
Issues such as remuneration, accounting techniques or risk-taking are among the major concerns of both parties in this relationship.
Badan teori, yang dikembangkan pada tahun 1970, berfokus pada cara pengelolaan pusat dari suatu perusahaan mengelola hubungan dan masuk ke dalam pengaturan kontrak dengan manajer divisi perusahaan.
Kondisi di mana bawahan agen bekerja dengan manajer perusahaan secara langsung dapat mempengaruhi perilaku perusahaan.
Isu-isu seperti remunerasi, teknik akuntansi atau mengambil risiko termasuk di antara keprihatinan utama dari kedua belah pihak dalam hubungan ini.
4. Analisis apakah mencuri boleh atau tidak, sesuai dengan tekanan yang diterima oleh seseorang
5. Principle agent theory
Teori agensi mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka sendiri. Pemegang saham sebagai principal diasumsikan hanya tertarik kepada hasil keuangan yang bertambah atau investasi mereka di dalam perusahaan. Sedang para agen disumsikan menerima kepuasan berupa kompensasi keuangan dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut.
Karena perbedaan kepentingan ini masing-masing pihak berusaha memperbesar keuntungan bagi diri sendiri. Principal menginginkan pengembalian yang sebesar-besarnya dan secepatnya atas investasi yang salah satunya dicerminkan dengan kenaikan porsi deviden dari tiap saham yang dimiliki. Agen menginginkan kepentingannya diakomodir dengan pemberian kompensasi/bonus/insentif/remunerasi yang “memadai” dan sebesar2nya atas kinerjanya. Principal menilai prestasi Agen berdasarkan kemampuannya memperbesar laba untuk dialokasikan pada pembagian deviden. Makin tinggi laba, harga saham dan makin besar deviden, maka Agen dianggap berhasil/berkinerja baik sehingga layak mendapat insentif yang tinggi.
Sebaliknya Agen pun memenuhi tuntutan Principal agar mendapatkan kompensasi yang tinggi. Sehingga bila tidak ada pengawasan yang memadai maka sang Agen dapat memainkan beberapa kondisi perusahan agar seolah-olah target tercapai. Permainan tersebut bisa atas prakarsa dari Principal ataupun inisiatif Agen sendiri. Maka terjadilah Creative Accounting yang menyalahi aturan, misal: adanya piutang yang tidak mungkin tertagih yang tidak dihapuskan; Capitalisasi expense yang tidak semestinya; Pengakuan penjualan yang tidak semestinya; yang kesemuanya berdampak pada besarnya nilai aktiva dalam Neraca yang “mempercantik” laporan keuangan walaupun bukan nilai yang sebenarnya. Atau bisa juga dengan melakukan income smoothing (membagi keuntungan ke periode lain) agar setiap tahun kelihatan perusahaan meraih keuntungan, padahal kenyataannya merugi atau laba turun.
Salah satu hipotesis dalam teori ini adalah bahwa manajemen dalam mengelolah perusahaan cenderung lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada meningkatkan nilai perusahaan.
Masalah principal-agent muncul di dalam perusahaan saat kepemilikan dan kontrol dipisahkan dan kepentingan-diri manajer dapat menuntun mereka untuk bertindak lain daripada kepentingan pemegang saham. Masalahnya adalah untuk merancang system pemantauan atau insentif yang akan membuat manajer bertindak untuk kepentingan terbaik bagi para pemegang saham.
6. Kelemahan dari suatu kontrak atau perjanjian
7. Classikal teori dari CSR
Sees a corporation as having a single dimensional entity of profit-making in the short-term (Gaskin 1985; Friedman 1968). Current business views and actions are more consistent with the emergence of an alternative school of thought which maintains that businesses that enjoy enormous power in terms of controlling the bulk of society's resources have responsibilities that must go beyond the economic and regulatory imperatives (Samli 1992; Sen 1997; Bhattacharya and Sen 2004).
Melihat sebuah perusahaan sebagai memiliki dimensi entitas tunggal laba-keputusan dalam jangka pendek (Gaskin 1985; Friedman 1968). dilihat bisnis saat ini dan tindakan yang lebih konsisten dengan munculnya sebuah sekolah alternatif pemikiran yang menyatakan bahwa bisnis yang menikmati kekuatan besar dalam hal mengendalikan sebagian besar sumber daya masyarakat memiliki tanggung jawab yang harus keluar dari imperatif ekonomi dan regulasi (Samli 1992; Sen 1997; Bhattacharya dan Sen 2004).
8. jelaskan jenis perusahaan yang tidak perlu moral, sampai kepada menjadi agent moral...
Kisi2 Bussiness Ethics( dari dosen Michele wiratmoko)
- Apakah seseorang yang datang pagi sudah benar secara deontology?intinya disini melihat case dari sudut pandang deontology,virtue sama utilitarian
- Pengertian Moral, Etiket, Legal? Perbedaannya juga diselingi dengan contoh kasus yang sederhana
- Tokoh2 dalam bussines ethics seperti smith (wealth oh nation), Kahn (Orang sebagai objek) Ricardo (comparative advantage), Michael Porter (competitive advantage), John S ilis (Utillitarianism, membuat peraturan yang menyenangkan orang banyak)
- Mencuri boleh atau tidak? (dilihat dari sudut pandang etika,moral dan legal) misalnya untuk tujuan kebaikan? Atau karena kepepet anaknya sudah kelaparan gimana?
- Apakah Legal benar bisa menyelesaikan masalah??
- Principal Agency Theory & kelemahan suatu kontrak
- CSR(corporate social responsibility) apakah csr sekarang hanya sekedar alat untuk promosi perusahaan??
1. Why value needed in business ?
2. Ethical issue in business
3. Decision making
4. Virtue ethic
5. Knowledge skill ability
6. Customary conventional
7. Relativism
8. Dualism
9. Relativism and corporate governance (thinker)
Selasa, 09 Maret 2010
nginep bareng2 teman batch 1
mungkin telat gw nulis ini..2minggu lalu... pas tgl 25 - 28 maret..
teman2 kompas muda batch 1 nginep bareng, gw,wina, kevin,jason,yogi, dekke, alvin, tri dan edwin. dan cen2 walau dia g nginep tapi tetep sampe malamdipenginapan..
nginep 4 hr 3 malam terasa mengesankan dan tak terlupakan,,
dimana semua nya pertemanan serasa lebih dekat, begadang bareng, stress bareng dan bangun pagi bareng. dan ngeliat teman2 pas pada tidur dan bangun tidur...
gw seneng bgt pas acara itu... itu adalah sesuatu yang membuat kangen. dan ngumpul lagi.....
teman2 kompas muda batch 1 nginep bareng, gw,wina, kevin,jason,yogi, dekke, alvin, tri dan edwin. dan cen2 walau dia g nginep tapi tetep sampe malamdipenginapan..
nginep 4 hr 3 malam terasa mengesankan dan tak terlupakan,,
dimana semua nya pertemanan serasa lebih dekat, begadang bareng, stress bareng dan bangun pagi bareng. dan ngeliat teman2 pas pada tidur dan bangun tidur...
gw seneng bgt pas acara itu... itu adalah sesuatu yang membuat kangen. dan ngumpul lagi.....
Senin, 01 Maret 2010
Kompas MuDA 3rd Anniversary
a
yeaaaaaaah !!!!! acara kompas muda telah berakhir... sekarang akumulasi capeeknya mulai muncul... gw sangattt capeee!!!
yeaaaaaaah !!!!! acara kompas muda telah berakhir... sekarang akumulasi capeeknya mulai muncul... gw sangattt capeee!!!
Sabtu, 20 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
starting to create her own future life